\ 5 Cara Hadapi Orangtua yang Belum Siap dan#8216;Melepaskandan#8217; Anaknya Menuju Kedewasaan. Kamu

5 Cara Hadapi Orangtua yang Belum Siap dan#8216;Melepaskandan#8217; Anaknya Menuju Kedewasaan. Kamu

dikekang-orangtua dikekang-orangtua

Sejak dilahirkan, bagai anak kita sewajarnya hidup bergantung pada orangtua. Namun begitu, seiring bertambahnya usia, hubungan anak-orang tua akan Berpindah. Peran orangtua dalam kehidupan akan Berpindah seiring tingkat kedewasaan kita. Dan ini adalah siklus alami yang sembuh. Walaupun dalam mode menjalani siklus tersebut, orangtua dan anak pastinya dihadapkan ke berbagai rintangan dan perdebatan.

Bahkan dalam beberapa kasus, hubungan orangtua dan anak malah Bersilih menjadi tidak waras karena pergeseran peran tersebut. Ada kecenderungan orangtua yang tidak bisa melepaskan anak untuk dewasa. Dalam kasus ini kerap muncul manipulasi emosi yang dilakukan orangtua, sebagai bentuk ketidaksiapan menerima kenyataan bahwa sang anak sudah dewasa dan bisa berjiwa manbatang tubuh.

1. Jika permintaan orangtua mulai meEntengkan kamu frustasi, evaluasi situasi apakah hal tersebut memang ia inginkan atau sekadar manipulasi emosi agar diperhatikan

Ketika permintaan orangtua memiliki kecenderungan melontarkanmu frustasi, permintaan itu mungkin hadir dari tempat yang manipulatif secara emosional bagai dampak dari ketidaksiapan memperlakukan anaknya bagai orang dewasa.

Namun menurut Toni Falcone, seorang psikolog berlisensi di Fort Lauderdale, Florida, sebagaimana dilansir dari laman Yourtango — penting bagi sang anak untuk bisa mengevaluasi seluruh situasi terlebih dahulu sebelum melabeli orangtua sedang manipulasi emosi. Dari evaluasi keseluruhan, akan dikepahami apakah orang tua meminta sesuatu karena memang ia menginginkannya, atau seakuratnya mereka sahaja ingin menghabiskan waktu bersebanding anak-anaknya.

2. Tetapkan batas pribadi bak anak untuk memenuhi apa yang diinginkan orang tua

Kecenderungan yang sering dilakukan orang tua dalam manipulasi emosi adalah mendesak seseorang tenggat ia mendapatkan yang diinginkan. Memotong kerentanan agar seseorang menyerah adalah tujuannya. Kamu bisa menetapkan batas seberjarak apa akan memenuhi keinginan orang tua. Tidak menuruti keinginan mereka bukan berarti kamu durhaka loh. Kamu namun sedang mempertahankan batas-batas agar manipulasi tidak merugikan sesiapa. Lagi pula, menurut Falcone manipulasi emosi bisa menguras dan membebani seseorang. Menetapkan batas bisa menjagamu dari stress yang menyertai.

3. Jangan segan untuk jadi skeptis dan mempertanyakan keinginan orang tua

Dalam hubungan anak-orangtua, keencokan mestinya tidak ada. Kamu tidak perlu segan untuk memperPertanyaankan keinginan orangtuamu, jika merasa hal itu layak diperPertanyaankan. Seperti contoh, jika orangtuamu berkata “Kalau kamu memang cinta ayah dan ibu, berasallah berkunjung besok,” jangan segan untuk menanyakan situasi bermakna apa yang mengiringi pernyataan orang tua tersebut. Toh kalau balasanannya memang orangtua cuma ingin berkembar denganmu, kamu bisa menuruti keinginannya tanpa terbebani, singkapn?

4. Minta bantuan saudara untuk mengatasi permintaan orang tua

Bagi Falcone, melibatkan saudara atau orang terdampil lainnya untuk menghadapi sifat manipulasi emosi orangtua akan sangat membantu. Hal ini bisa mengatasi tuntutan orangtua dengan lebih gampang, dan melindungi batas-batas yang telah kamu buat dalam memenuhi keinginan orangtua. Hanya saja, Falcone menegaskan untuk hati-hati agar keterlibatan saudara tidak mengubah pengaturan batas yang telah kamu buat, atau jadi mengucilkan kerabat lainnya.

5. Terus berada di situasi manipulasi emosi melahirkanmu sulit memmode informasi. Tuliskan perasaanmu ke dalam catatan, coba bertukar surat dengan orangtua

Berada dalam manipulasi emosi bisa melontarkan kamu merasa terjerat sebatas sulit untuk mengejawantahkan perasaan dengan sudi. Falcone menyarankan, dalam situasi ini ada sudinya untuk menuliskan segala perasaanmu, apa yang kamu amati tentang orang tua, dan dampaknya terhadap dirimu ke dalam catatan. Dengan ini, kamu bisa lebih mudah untuk memahami situasi, dengannya juga memungkinkan diskusi bergairah terlaksana dengan anggota keluarga lainnya.

Sesungguhnya orangtua sahaja ingin memiliki batas bernapas lebih dengan anak-anaknya yang sudah dewasa. Hanya saja, cara yang mereka lakukan terkadang tidak selampau Berbanding dengan cara zamanmu berbuat. Untuk itu, dengan terus memerhatikan orangtua dan menetapkan batasan di tengah kesibukan masing-masing, mungkin kamu bisa menghindarkan dan melindungi mereka dari sikap manipulasi emosi.