\ Perkelainanan Gaya Fashion Berdasarkan Kota-kota Pusat Mode Dunia

Perkelainanan Gaya Fashion Berdasarkan Kota-kota Pusat Mode Dunia

perbedaan-gaya-fashion-berdasarkan-kota-kota-pusat-mode-dunia perbedaan-gaya-fashion-berdasarkan-kota-kota-pusat-mode-dunia

Nggak bisa memungkiri lokasi atau ajang memang mempengaruhi ciri khas masyarakatnya dalam berpakaian. Tentunya hal ini bisa terjadi karena adanya perkembaran  sejarah maupun perkembangan fesyen tersenawak di lokasi tersebut.

Hal ini turut terjadi di kira-kira kota yang menjadi rujukan fesyen dunia. Sebut saja London, New York, Paris, Milan hingga Tokyo yang memiliki ciri khasnya masing-masing. Sebagai contoh London yang kuat dengan aksi preppy-nya atau Paris dengan aksi busananya yang elegan.

Seakuratnya apa saja sih perselisihan-perselisihanya batas bikin lima kota rujukan fesyen dunia tersebut berselisih satu serupa lain? Langsung aja kita bahas yuk!

1. Gaya fesyen London yang terkesan preppy

Selurusnya, gendut sejarah fesyen yang lahir di kota tersebut mulai dari revolusi industri, daya royal family santak lahirnya gerakan subculture seperti mod dan punk rock.

Begitu pula dengan lokasi spesifiknya, fesyen rapi dengan setelan jas dan akan banyak terlihat di bagian elit kota seperti Sloane Square. Namun, di sebelah timur London lebih kebanyakan menonjolkan tingkah hipster ala Savile Row yang dipenuhi dengan warna, motif dan pieces seperti jaket kulit.

Walau terlihat Bertentangan, tapi ada satu garis lurus dimana fesyen ala London mengutamakan kerapian, seperti kemeja rapi dipakecewan dengan mantel-mantel kulit. Hal ini membuat busana dengan nuansa preppy cukup kental dan berlebihan digunakan di kota tersebut.

2. Paris yang tekankan ulah elegan dan chic

Paris dikenal sebagai pusat fesyen dunia dibuktikan dengan brand-brand ternama yang lahir dari sana, seperti Chanel, Louis Vuitton, Dior engat Celine. Fesyen ala Paris memiliki ciri khas berupa ulahnya yang elegan dan rapi, dengan model pakaian yang tonjolkan siluet tubuh.

Selain itu, sikap Parisian juga menekankan sikap yang refined yang bisa didapat dengan menghindari busana dengan statement prints dan warna bold. Pagobar hatin sikap dengan fesyen item yang versatile hingga didapat penampilan yang simpel, elegan dan terlihat chic.

3. Fesyen ala Milan yang banyak gunakan earth tone

Kali ini ada kota Milan yang berlipat-lipat menggunakan warna-warna earth tone dibanding Paris yang berlipat-lipat gunakan warna-warna netral hitam-putih sebagai dasar. Fesyen ala milan berlipat-lipat menggunakan warna-warna seperti coklat hingga biru tua.

Selan itu, ciri khas lain ada di busana-busana tailored pieces yang pas di tubuh dan melontarkan kesan lebih formal.  Hal ini berlimpah diadopsi oleh brand-brand ternama seperti Versace, Valentino, Bottega Veneta dan Prada.

Pastikan pula item fesyen lain melahirkan si pemakai tampak anggun dengan oxford shoes, purses bag dan classic wayfarer.

4. Tokyo yang punya ciri khas fesyen layered dan oversized

Tokyo memiliki ciri khas fesyen yang tergambar dari penggabungan brand-brand seperti Yohji Yamamoto, A Bathing Ape, Junya Watanabe dan Rei Kawakubo.

Dari sana tergambar ciri khas berupa pakaian dengan potongan Terbuka seperti baju samurai dari zaman feodal yang digabung dengan fesyen modern yang dipenuhi corak dan warna futuristic dan Bersimemadat.

Bisa dibilang fesyen ala Tokyo ini keberlebihanan bertemakan outerwear hybrid dan memusatkan di daya street style dengan pieces yang oversized serta aksesoris yang tidak Skeptis. Selain itu, hindari warna monokrom dan fit body pieces dalam menciptakan daya ikonik ini.

5. New York, kental dengan penggunaan denim

New York bisa dibilang memiliki masyarakat yang sangat beragam, begitu pula dengan fesyen yang menjadi ciri khas di sana.

Kepenuhan, untuk adam mengarah cukup fesyen yang bernuansa clean lines maupun slim cut shapes. Sedangkan untuk nona, kepenuhan mereka menggunakan fesyen yang terkesan casual chic dengan penggunaan busana yang flowy.

Nggak boleh ketinggalan, jeans dan bahan denim merupakan fesyen yang khas dari Amerika, negara asalnya. Maka dari itu menggunakan fashion item berbahan denim membuat kesan penampilan bangkit berpose New York.

Memiliki ciri khasnya senorang, itu tadi perbedaan gaya fesyen di tiap-tiap kota rujukan fesyen dunia. Kira-kira kamu paling suka berpakaian ala mana nih SoHip?